BEASISWA JDS JAPAN VS BIROKRASI DEPHAN (1)


Biasiswa JDS(Japanese Grand Aid for Human Resource Development Scholarship Program) merupakan bantuan dari pemerintah Jepang dalam rangka membantu Negara berkembang untuk meningkatkan sumber daya manusia. Pada tahun 2005 biasiswa ini ditawarkan khusus kepada seluruh PNS atau Departemen di Indonesia termasuk Departemen Pertahanan. Program pendidikan yang ditawarkan yaitu S-2/Master Program. Program ini juga ditawarkan ke Negara lain spt:Philippines, Bangladesh, Cambodia, China, Indonesia, , Laos, Mongolia, Myanmar, Uzbekistan, and Vietnam.

Dalam Biasiswa ini seluruh Indonesia diambil 30 orang. Disini tidak memandang kuota dalam tiap departemen. Jadi misalkan satu departemen lulus tes 7 orang seperti Departemen Keuangan, ya semuanya diterima. Dari Diknas, yg lolos 4 orang ya semuanya diterima. Berbeda dengan biasiswa dari Australia dan Amerika yg menghitung Seat dari peserta. Jadi biasiswa ini betul-betul sayang kalau dalam Dephan yg sebesar ini yg diambil Cuma satu orang.

Tawaran itu datang akhir tahun 2004, saya tidak begitu tertarik pada awalnya karena saya beranggapan tawaran itu untuk suppok bahasa Jepang. Tapi teman saya dari suppok bahasa Jepang Febri memberi tahu dan meyakinkan saya kalau tawaran itu untuk semua PNS, dan bahasa yg dipakai bahasa Inggris. Setelah mendengar cerita febri, saya sangat antusias dan saya memang kepingin sekali bisa melanjutkan S-2 ke luar negeri. Saya dan febri akhirnya berusaha untuk mengumpulkan data2 untuk persyaratan pendaftaran meskipun surat ijin untuk daftar belum tentu didapatkan. Kami juga sepakat kalau misalkan nanti diterima di Jepang untuk saling membantu, karena saya tidak bisa bahasa jepang sama sekali dan febri belum begitu lancar bahasa Inggrisnya. Sehingga saya harus membantu menterjemahkan semua aplikasi dan perlengkapan bahasa Inggris febri karena memang ini masuk kesepakatan.

Surat permohonan ijin mendaftar JDS ke Dephan akhirnya bisa berjalan mulai dari Pusbasa, Badiklat dan sampai ke Ropeg. Dan kami mendapatkan surat ijin untuk mendaftar, tapi kami harus membawa surat itu ke Mabes TNI untuk mendapatkan persetujuan untuk diperbolehkan mendaftar program JDS tapi saying, begitu sampai Mabes TNI kami diberi tahu oleh Pejabat yg berwenang kalau tawaran itu sudah di tolak oleh Mabes TNI, dan surat penolakan itupun ada dan ditunjukkan kepada kami. Dan kami pun terkejut, kenapa Dephan tidak tahu surat penolakan tersebut. Padahal kami mendapat surat persetujuan dari Karopeg yg notabene Pejabat Dephan. Mabes TNI beralasan , kalau dari Mabes TNI tidak ada calon karena waktunya mendesak. Tapi kenapa kami yg dari dephan jd ikut menjadi korban. Malahan pejabat tersebut mengararahkan untuk daftar aja biasiswa yang lain. Waktu itu kami sangat kecewa sekali, ,,,,,di pagi itu dijalan hujan deras lagi…..naik motor basah kuyub, jd tambah menambah kesedihan…..dan lagi melengkapi berkas pendaftaran itu bukanlah hal yg gampang, ribet, banyak, panjang dan jlimet.

Tapi saya masih punya satu harapan……karena saya tahu, salah satu siswa saya Pamen, pada waktu itu KIBI REFRESHER Pertama tahun 2005, yg sedang ikut kursus itu adalah pejabat yang mengurusi pendidikan di Mabes TNI. Saya akhir di kemudian harinya menghadap beliau dan menyampaikan masalah saya tapi ternyata beliau tidak bisa membantu saya karena alasannya sama yaitu terlanjur di tolak tawaran itu. Maka pupuslah harapan saya. Akhirnya hari selanjutnya kami melapor ke Dephan, kalau kami ditolak untuk bisa daftar karena mabes merasa sudah menolak tawaran tersebut. Pejabat Dephan, diwakili Ditkersin juga terkejut dengan laporan ini, dan langsung menghubungi Mabes TNI ke Pabandik Langsung…….terjadilah perdebatan panjang pada waktu itu……..dan akhirnya diputuskan kalau kami diijinkan untuk mendaftar ke Program JDS. Kami akhirnya sangat gembira……karena harapan untuk bisa mendaftar terbuka lagi.

Akhirnya kami mendaftar ke JICE/JICA dimana tempat pendaftaran Program biasiswa JDS dibuka. Ada lima Tahapan Tes yang harus dilalui. Yang pertama Tes Dokumentasi, Kedua Tes Kesehatan , Ketiga Tes IELTS/TOEFL, Keempat Tes dari Professor Jepang dan Kelima Tes Committee/Panitia.

Tes Dokumentasi ini merupakan seleksi administrasi dari berkas2 pernyaratan yg telah kita masukkan bersamaan lamaran pendaftaran, meliputi: rekomendasi dari dinas/atasan, rekomendasi dari dekan/rector universitas kita belajar S-1, proposal thesis, riwayat kerja, harapan ke depan, dan berkas2 yg lain yg disediakan dr JICE.

Satu bulan setelah waktu pendaftaran saya alkhamdulillah saya mendapatkan telpon dari JICE kalau saya lolos ke tes selanjutnya tahap kedua. Tapi sayang waktu itu teman saya febri tidak dapat panggilan…..saya merasa sedih juga mengetahuinya. Selanjutnya saya mengikuti tes kesehatan yg dilaksanakan 2 hari, karena tes kesehatan ini, sangat lengkap. Saya baru tahu kalau yg mendaftar banyak sekali, disitulah kita pertama kali bertemu mereka. Tes ini menggunakan system gugur. Untuk tes kesehatan yg kedua, besuk harinya pesertanya sudah berkurang banyak.Saya sedikit gembira melihatnya!

Dua minggu selanjutnya saya menunggu telpon tiap hari dengan hati berdebar2 mengharap ada panggilan telpon dari Jice..!…sudah mendekati dead line saya kok belum terima telpun….eh…akhirnya malam hari dapat telpon juga, saya lolos ke tes ketiga.

Tes ketiga, yaitu. IELTS Test. Meskipun saya sudah biasa mengajar bahasa Inggris tapi begitu tahu akan di Test IELTS, merasa grogi juga. Saya ingin ikut persiapan IELTS atau IELTS Preparation tapi tidak bisa, karena kelasnya terbatas dan harus pesan, saya tidak tahu itu. Dan lagian ternyata biayanya mahal, terus terang saya keberatan untuk membayarnya, terlalu mahal buat saya. Akhirnya saya siapkan mental…..karena sebenarnya memang dari dulu saya sudah menyiapkan diri/belajar sendiri menghadapi tes IELTS, tiap hari saya latihan, karena yg namanya tes itu berat dan belum pernah Tes IELTS lagi. Dan akhirnya alkhamdulillah…..saya lolos dari tes ini….!

Tes keempat, diuji langsung oleh Professor dari Kyoto Japan, materinya seluruh berkas yg masuk itu….dicek langsung termasuk proposal thesis yg utama. Setelah mengikuti tes ini……saya betul2 berdebar tiap hari dan saya merasa tidak tenang menunggu telpon dari JICE, untuk menghindari ketegangan itu saya hampir tiap hari puasa. Akhirnya saya dapat telpon untuk Tes Terakhir

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

2 Comments

  1. Terima kasih Pak Erko atas kunjungannya ke Blog saya. Maaf baru balas karena server kami dalam perbaikan. Iya, sy tunangan pak Erko di Jepang., yah hanya syukuran di tempat kami aja. Ok. Kapan kapan saya ke jakarta pasti saya mampir ke slipi. Terima kasih motivasinya.

    Saya tunggu info Bapak utk S3 di Japan….sukses dah !!!!!!! Maju terus !!!!!!

    Selamat menyambut hari raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin. Salam hormat .

  2. hello sir…how are you?..i’m your student at refresher class..this is my first time to visist your blog..i just want to practise my english writing so that i’ll give you some comments..i expect to get your correction of my sentence..i think you had a bad experience that made you unhappy with this ironically event, but you had the happy ending, hadn’t you??that’s all sir, by the way, would you like to explain me how to find BTN program because i have already found it several times..ok sir, i hope you are able to reply my message..thankyou very much sir


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s