BEASISWA JDS JAPAN VS BIROKRASI DEPHAN (2)

Di tahap Tes terakhir ini, saya pikir gak terlalu berat, karena sudah tinggal menyetujui….wah ternyata diluar perkiraan saya. Disini yang paling lama dan berat, karena kita harus berdebat dengan para penguji. Begitu saya dipanggil untuk masuk eh……ternyata di ruangan tes itu telah ditunggu Lima orang Penguji…seperti Pantokir. Jadi suasananya menegangkan. saya duduk dihadapan lima orang yg tidak saya kenal dan akan mengetes kemampuan saya. Saya memang tidak tahu sebelumnya karena  Semua peserta yg telah selesai mengikuti tes disitu memang tidak boleh berhenti atau berbicara di sekitar tempat tes. Ada 2 penguji dari Japan dan 3 dari Indonesia.. Satu persatu para penguji dari Japan bertanya berbagai hal, saya merasa aman dengan penguji ini. Tapi ….saya menghadapi tantangan keras dari penguji 4 dan 5. penguji ini  sangat menguasai , mengerti dan tahu dephan secara persis. Jadi disini saya memang berdebat dan “ngengkel” mempertahankan proposal dan posisi saya di dephan. Karena ganjalan saya disini adalah, saya bekerja di Pusat Bahasa, latar belakang bahasa Inggris, mengambil jurusan yg berbeda dengan latar belakang serta proposal thesis yg berbeda. Perdebatan yg menggunakan bahasa inggris ini benar2 sangat panas dan sanggahan-sanggahan dari penguji itu sangat menyinggung perasaan. Setelah selesai tes tersebut……saya betul2 merasa terganjal oleh dua orang pegawai senior tsb. Dia mungkin dari Bapenas, Deplu dan Menpan. Setelah tes saya merasa was was tiap hari…karena itu saya melaksanakan puasa tiap hari sambil menunggu hasil tes tersebut. Dua minggu setelah tes, akhirnya saya terima telpon dari JICE kalau saya diterima. Dan dalam waktu bersamaan saya juga diterima untuk Mengikuti MELT di Australia, tapi akhirnya MELT saya batalkan dan saya memilih melanjutkan S-2.

Masalah Baru muncul setelah Surat Pemberitahuan lulus dan panggilan belajar ke Jepang telah saya dapatkan. Saya harus mengikuti persiapan sebelum pemberangkatan, yaitu belajar bahasa di TBI, The British Institute di Kuningan. Pejabat Dephan tidak bisa menerima “Pemberitahuan lulus” dialamatkan langsung ke saya, Erko Hutoro, meskipun aplikasi pendaftaran atas nama Erko Hutoro. Dephan meminta pemberitahuan kelulusan tersebut kepada salah satu pejabat dephan, Dirkersin, Setjen etc. Kemudian saya konfirmasikan ke JICE/JICA tentang kemauan Dephan. Pada saat itu JICE menjawab tidak bisa menerima karena itu memang prosedur pemanggilan Internasional student ya memang nama langsung student tersebut tidak ke Instansi karena yg terdaftar nama pribadi bukan instansi. Dia juga bilang, kenapa hanya Dephan aja yg gak bisa, sedangkan dari departemen departemen lain bisa dan tidak bermasalah.

Pada waktu itu saya seperti mimpi, saya tidak percaya surat panggilan dari Jepang yg jelas-jelas sudah ada ditangan dan saya dinyatakan lulus dan diterima tapi bisa gagal karena birokrasi. Akhirnya saya laporkan ke Dephan kalau JICE tidak bisa. Pejabat dephan bilang sudah kalau tidak mau ya gak bisa,,,,saya merasa gak ada yg menolong waktu itu. Saya akhirnya telpon lagi ke JICE kalau di dephan memang betul betul gak mau. Akhirnya dia bilang, tunggu 1 minggu dia akan konfirmasi ke JICA di Jepang langsung. Akhirnya saya diberitahu kalau kalau Jepang mau merubah nama saya dig anti ke Instansi atau salah satu Direktur di Dephan asalkan ada surat pemberitahuan dari Dephan. Kemudian berita bagus ini saya sampaikan ke Pejabat Dephan……wah…..ternyata pejabat tersebut tidak mau membuatkan surat pemberitahuan ke JICE, alasannya, Kita tidak boleh meminta-minta kepada Negara lain karena itu merendahkan harkat dan martabat bangsa begitu jawaban pejabat tersebut.

Dengan kondisi seperti itu JICE tidak bisa membantu saya lagi karena birokrasi dephan betul betul kaku. Saya betul-betul gak habis pikir dengan kondisi pada saat itu. Pada saat kondisi yg seperti ada ide untuk menghubungai seorang Bos di Lingkup Dephan Mr.X yg menurut saya itu satu-satunya jalan yg bisa membantu saya membuka pintu Dephan yg sangat kaku dam keras. Karena Mr. X juga punya kekuatan yang kuat. Akhirnya beliau menyetujui saya, dan saya dibuatkan surat dari Satker tsb. Dan akhirnya Japang menyetujui surat rekomendasi MR.X sehingga pemanggilan atas nama saya dirubah kepada Dirkersin. Selanjutnya saya diperbolehkan untuk mengikuti persiapan di TBI. Setelah mengikuti persiapan di TBI saya tetap terbebani kalau nanti sebelum pemberangkatan pasti saya mengalami lagi keadaan ini, karena saya belum menerima ACCEPTANCE Letter dari Universitas.

Kemudian apa yg saya perkirakan terjadi lagi, Acceptance Letter itu namanya tetap atas nama saya. Jadi saya ulangi lagi keberhasilan yg pertama itu shg berhasil. Namun demikian ada hal yang saya agak kecewa dengan pengurusan Skep dan dukungan (uang saku) dari Dephan dan mabes TNI. Pejabat dephan menyatakan yang mengeluarkan dukungan uang satu itu menjadi satu dengan Mabes TNI, tapi Pejabat mabes menyatakan, Mabes TNI tidak membina PNS Dephan, Mabes Tni hanya membina PNS Dephan. Akhirnya saya sampaikan kondisi saya ke Dephan dan juga para senior tapi tidak ada hasilnya. Saya Cuma berpikir terus siapa yg membina PNS Dephan…kok saling lempar tanggung jawab. Akhirnya saya ditemui sama paban, kalau ingin uang saku, Skep tidak keluar tapi kalau tanpa uang saku Skep akan keluar. Ya saya memilih Skep keluar dan uang saku tidak ada.

Dengan keluarnya Skep tersebut saya merasa bersyukur, karena kepastian berangkat itu akhirnya benar benar terbuka menjelang satu hari keberangkatan Skep Penugasan belajar keluar alkhamdulillah akhirnya berangkat ke Jepang. Kondisi saya ini 180 derajat berbeda dengan teman2 dari Departemen lain. Mereka begitu diterima nasib keberangkatan sudah jelas. Tapi kalau anggota Dephan, sudah dinyatakan luluspun bisa gagal di rumah sendiri, di birokrasi Dephan sendiri. Kasian deh….!

 

Advertisements

4 Comments

  1. Aih, memang sulit jd pioner ya.. Semoga selanjutnya tidak se ribet Erko..
    Good luck.

  2. wah………..Mbak Yuline, memang betul……semoga teman-teman selanjutnya tidak mengalami kesulitan seperti saya lagi. terima kasih kehadirannya mbak…

    selamat menjalankan ibadah puasa!

    erko

  3. assalamualaikum.wr.wb.
    hello…. how are you, mas? wah… gimana disana, musim panas, atau musim dingin, atau musim rambutan ? hehehe…. mas disana puasa ora? gimana dengan waktunya? lebih lama atau lebih cepat? wah asyik juga ya berpuasa di negeri orang… tapi yang pasti banyak cobaannya, ya kita tahu disana bukan mayoritas muslim jadi kebanyakan mereka tidak berpuasa dan mungkin seperti biasa saja ya… wah kaciaan deh… tapi mas erko harus sabar ya… memang berat pastinya, tapi jaga mata jangan liat bule-bule terus nanti matanya bintitan hehe… dan bisa mengurangi pahala puasa… ok met berpuasa ya.. semoga tetap terus semangat dan dapat menjaga diri… ok bravo mas…wassalam

  4. aduh mau jadi pinter aja ko susah macem itu tho oms??
    klo saya mungkin uda lain ceritanya..hahaha
    lebih terima nasib mungkin…

    sukses bro..


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s